Fokus ke Pelatih Dulu, Atlet Pelatnas Bulu Tangkis Akan Dievaluasi Menyusul
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Evaluasi besar-besaran tengah dilakukan oleh PP PBSI terhadap kinerja pelatnas bulu tangkis Indonesia. Saat ini, fokus utama tertuju pada jajaran pelatih yang dinilai belum mampu memberikan hasil maksimal di paruh pertama musim 2025. Namun, evaluasi terhadap para atlet juga disebut akan segera menyusul.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PP PBSI, Taufik Hidayat, yang menegaskan bahwa evaluasi bukan hanya soal posisi pelatih, tetapi menyeluruh terhadap sistem dan performa.
“Evaluasi kemarin lebih ke pelatih, ke atletnya belum. Tapi nanti akan menyusul. Semua akan kami tinjau,” ujar Taufik saat ditemui di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (1/7).
Atlet Juga Akan Diukur dari Konsistensi dan Mental
Menurut Taufik, konsistensi performa atlet di level atas menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi mendatang. Selain aspek teknis, mental bertanding dan komitmen latihan juga akan menjadi perhatian.
“Jangan sampai atlet juga merasa aman-aman saja. Semua harus bersaing, harus tunjukkan keinginan untuk jadi juara,” ujarnya.
Evaluasi ini akan mempertimbangkan hasil dari turnamen-turnamen penting seperti Super 500, 750, hingga 1000, di mana hingga saat ini atlet pelatnas masih belum menunjukkan dominasi.
Prestasi 2025 Masih di Bawah Ekspektasi
Sejauh ini, atlet pelatnas baru mencatat dua gelar juara dari turnamen Super 300:
Ganda Putri: Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Thailand Masters)
Ganda Campuran: Afar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Taiwan Open)
Sementara itu, sektor tunggal putra dan putri belum menyumbang gelar sama sekali.
“Target kita bukan cuma partisipasi atau ranking. Tapi podium tertinggi,” tegas Taufik.
Evaluasi Menyeluruh hingga Akhir Musim
PBSI melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) akan mengumpulkan data menyeluruh sebagai bahan pertimbangan. Evaluasi terhadap atlet rencananya dilakukan menjelang akhir musim atau lebih cepat jika performa terus menurun.
“Kita ingin semua pihak bertanggung jawab. Bukan hanya pelatih, tapi atlet juga. Semua harus jalan bareng kalau mau Indonesia kembali berjaya,” tutup Taufik. (Aar)
Editor: Andi Akbar