Makan Malam Bersama, Bupati Rahmat Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Tanah Laut

Bupati Rahmat juga menegaskan bahwa kritik dari media sangat diperlukan, asalkan disampaikan secara konstruktif.

Ia mencontohkan responsnya terhadap pemberitaan tentang kondisi jembatan yang rusak.

“Padahal saya sudah tahu jembatan itu perlu perbaikan, tapi berita itu justru jadi penguat bagi kami. Anggap saja itu doa,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung peran krusial media dalam menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan yang akan diselenggarakan di Tanah Laut.

Dengan 62 cabang olahraga yang dipertandingkan yang merupakan jumlah terbanyak sepanjang sejarah Porprov Kalsel, ia menyatakan ini pertama kalinya selevel PON.

“Ini tantangan besar. Maka media harus jadi bagian dari keberhasilan ini.”

Bupati juga mengapresiasi keberagaman latar belakang para jurnalis di Tanah Laut, serta mengajak para wartawan senior untuk membimbing jurnalis muda dalam menghasilkan tulisan-tulisan yang kritis namun tetap membangun.

“Saya tahu tantangan media hari ini. Orang sudah jarang baca berita panjang. Maka judul harus menarik, isinya harus padat dan kuat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia tidak asing dengan dunia media karena anggota keluarganya juga berkecimpung di bidang pers.

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi yang erat. Bupati berharap forum-forum semacam ini dapat rutin dilaksanakan.

“Jabatan saya hanya lima tahun. Setelah itu saya orang biasa. Tapi hubungan kita harus tetap baik, tanpa jarak. Mari bangun Tanah Laut bersama, sesuai peran kita masing-masing,” pungkasnya. (Gazali)

Editor: Yayu