Narkoba Ditemukan dalam Tepung Bantuan Warga Gaza, Strategi Israel Agar Ketergantungan Massal!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Tuduhan serius dilayangkan oleh otoritas Gaza terhadap Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah lembaga bantuan kemanusiaan yang didukung oleh Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataan resminya, otoritas Gaza mengungkapkan bahwa ditemukan obat penghilang rasa sakit kuat, Oxycodone, di dalam paket tepung bantuan yang disalurkan GHF.
Pihak Gaza menyebut temuan ini sebagai bagian dari strategi "weaponized public health", atau upaya sistematis untuk menimbulkan ketergantungan massal terhadap zat tertentu di kalangan warga sipil.
BACA JUGA:Digerebek di Rumah! Wanita Muda di Tanah Bumbu Ketahuan Simpan 8 Paket Sabu
Belum Ada Verifikasi
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi atau verifikasi independen dari lembaga internasional seperti WHO, Médecins Sans Frontières (MSF), maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait temuan tersebut.
Sementara itu, pihak GHF belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan distribusi obat-obatan terlarang di dalam bantuan kemanusiaan mereka.
Latar Belakang Kontroversial GHF
GHF sudah lama menuai kritik dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar wilayah konflik. Beberapa hal yang menjadi sorotan:
Distribusi termiliterisasi: GHF hanya memiliki empat titik distribusi utama, yang dikawal ketat oleh kontraktor swasta dan militer Israel, sehingga menuai kritik keras atas ketidakterjangkauan bantuan secara merata.
Sorotan dari PBB dan NGO: Beberapa organisasi kemanusiaan menuding GHF telah melanggar prinsip netralitas dan keadilan distribusi, bahkan dianggap memicu perpindahan paksa warga sipil dari zona tertentu.
Tuduhan ini bersumber dari kantor media pemerintah Gaza dan dilansir oleh Anadolu Agency, yang menyebutkan adanya "testimoni" dari masyarakat soal campuran obat-obatan dalam paket bantuan tepung.
Belum ada bukti atau investigasi forensik yang dipublikasikan secara terbuka oleh lembaga internasional.
Situasi ini masih berkembang, dan publik menanti klarifikasi resmi dari pihak GHF maupun otoritas internasional.(Wartabanjar.com/thenationalnews.com/kompas/ynetnews.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad