WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kolaborasi strategis lintas negara kembali diperkuat. Kali ini, Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Sarawak, Malaysia. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menyambut langsung kunjungan Menteri Pembangunan Wanita, Kanak-kanak, dan Kesejahteraan Komuniti Sarawak, Dato Sri Hajah Fatimah Abdullah di kantor Kemen PPPA, Jakarta (26/6). Pertemuan ini menandai momen penting dalam mempererat sinergi regional untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Dalam diskusi hangat tersebut, Menteri Arifah menegaskan bahwa Indonesia sangat terbuka terhadap kolaborasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia juga menjelaskan tiga program prioritas Kemen PPPA: Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang melanjutkan inisiatif Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), penguatan layanan pengaduan Call Center SAPA 129, serta pengembangan Satu Data Perempuan dan Anak berbasis desa. Semua inisiatif tersebut ditujukan untuk menghadirkan layanan yang cepat, responsif, dan berbasis bukti di tingkat akar rumput.
Menteri Dato Fatimah Abdullah mengapresiasi keterbukaan Indonesia dalam berbagi praktik baik. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Sarawak tengah gencar menjawab berbagai tantangan sosial pascapandemi, khususnya dalam hal pendidikan dan perlindungan perempuan serta anak-anak migran. Salah satu solusi yang diterapkan adalah pendirian Community Learning Center bagi anak-anak keluarga pekerja asing yang tinggal di ladang, sebagai bentuk nyata pemenuhan hak pendidikan dasar.
Sarawak juga memiliki berbagai inisiatif perlindungan sosial, seperti Majlis Wanita dan Keluarga yang memberikan layanan pendampingan hukum untuk korban kekerasan, serta pelatihan vokasional dan akses keuangan bagi perempuan agar dapat naik kelas secara ekonomi. Dato Fatimah juga menyoroti pentingnya belajar dari Indonesia dalam hal peningkatan representasi perempuan di bidang politik sebagai langkah konkret menuju kesetaraan gender.







