WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Harga elpiji tabung 3 kilogram atau yang populer disebut gas melon mengalami lonjakan harga drastis dalam beberapa hari terakhir di Kota Banjarmasin. Jika sebelumnya dijual seharga Rp24.000 per tabung, kini harganya melonjak hingga Rp40.000 di tingkat pengecer. Kenaikan harga ini dikeluhkan oleh para pedagang eceran maupun konsumen rumah tangga. Seorang pedagang gas di sejumlah kawasan Kota Banjarmasin yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari pangkalan. BACA JUGA:Diduga Polisi Lakukan Pungli di Medan! Terekam Ambil Uang dari Pengendara, Netizen: “Udah Banyak Korbannya!” “Biasanya kami dapat 15 tabung dari pangkalan, sekarang paling banyak cuma 10, kadang malah cuma 7 tabung,” ujarnya pada Kamis (26/6/2025). Menurutnya, kelangkaan pasokan tersebut berdampak langsung terhadap ketersediaan gas melon untuk masyarakat, terutama warga yang sangat bergantung pada gas subsidi ini untuk memasak sehari-hari. “Sekarang gas susah dicari, warga jadi marah ke kami,” keluhnya. Tak hanya harga yang melambung, distribusi yang tidak merata juga memicu antrean panjang di beberapa warung dan kios pengecer di wilayah Banjarmasin Utara. Pedagang berharap agar pemerintah atau pihak terkait segera mengambil tindakan guna mengatasi kelangkaan ini. “Semoga harga bisa turun lagi seperti biasa. Kami sebagai pedagang bisa jual dengan tenang, pembeli juga senang,” pungkasnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pertamina ataupun dinas terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan dan lonjakan harga ini. Namun masyarakat berharap agar penyaluran gas subsidi dapat kembali normal dan tepat sasaran.(Wartabanjar.com/Ramadan) editor: nur muhammad