Diduga Polisi Lakukan Pungli di Medan! Terekam Ambil Uang dari Pengendara, Netizen: “Udah Banyak Korbannya!”
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MEDAN – Sebuah video viral kembali menghebohkan jagat maya. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria mengenakan jaket putih dan celana coklat, yang diduga merupakan oknum polisi lalu lintas, menghentikan seorang pengendara sepeda motor perempuan di Jalan Palang Merah, Kota Medan, tepat di depan sebuah sekolah.
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat pria tersebut berbicara dengan sang pengendara sebelum kemudian menerima sesuatu dari tangan perempuan itu, yang diduga kuat adalah uang. Momen ini sontak memicu kemarahan warganet dan publik, terutama karena kejadian terjadi di sekitar lingkungan sekolah—ruang yang seharusnya aman dan bebas dari praktik pungutan liar.
Aksi yang terekam kamera ini menjadi pukulan telak bagi harapan masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom, bukan sebaliknya. Jika terbukti benar merupakan pungli, maka tindakan ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.
BACA JUGA:VIDEO Kericuhan Gegara Kursi 11A! Penumpang India Berebut Tempat Duduk ‘Keramat’, Netizen Geram
“Ini bukan sekadar soal uang. Ini soal integritas, soal keadilan. Rakyat hanya ingin satu hal: aparat yang jujur dan bersih, bukan hanya pencitraan di media sosial,” tulis salah satu komentar warganet yang geram.
Reaksi keras dari netizen pun membanjiri unggahan video tersebut:
“Itu mah bapak minta jajan sama anaknya 😂 Emang ada polisi yang bener?”
“Seragam Hallo Dek sangat meresahkan 😥🥹”
“Viral → Klarifikasi → Minta Maaf → Sanksi (katanya) → Lupa → Ulang Lagi 😂”
“Wajahnya familiar sekota Medan, udah banyak korbannya tapi nggak ada tindakan disiplin.”
“Salah satu kerjaan paling hina di Konoha ya ini…”
“Mereka bikin konten kebaikan, kalian viralin konten kenyataan. Capek lah AI pencitraannya 😂”
Bahkan, beberapa komentar menyebut nomor kendaraan pelaku yang terekam kamera: BK 6223 AEH, seraya mendesak Kapolri dan institusi terkait untuk segera menindak tegas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara maupun Divisi Humas Polri. Masyarakat menunggu kejelasan dan langkah tegas dalam menangani dugaan pelanggaran ini.(Wartabanjar.com/_thinksmart.id/berbagai sumber)
editor: nur muhammad