Kemenhut Buka Suara Tanggapi Kabar Pendaki Brasil Tewas di Gunung Rinjani Tak Dapat Bantuan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Menanggapi kabar bahwa pendaki asal Brasil, Irma de Juliana Marins tewas terjatuh di Gunung Rinjani dan tak mendapat bantuan sama sekali, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan buka suara.
Melalui siaran pers resminya, dikutip Rabu (25/6/2025), Kementerian memberikan keterangan soal proses penyelamatan pendaki asal Brasil itu.
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko menyebut pihaknya telah menangani proses penyelamatan Irma dengan serius.
Ia juga menegaskan bahwa Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, telah berkomunikasi secara langsung dengan Basarnas, Kapolda, hingga Gubernur NTB untuk proses penyelamatan Irma de Juliana Marins.
"Pak Menteri sendiri langsung berkoordinasi dengan Kepala Basarnas, Kapolda, dan Gubernur NTB untuk memastikan keselamatan proses rescue," kata Satyawan dalam rilis itu, Selasa (24/6/2025).
BACA JUGA: WASPADA HUJAN! Ini Prakiraan Cuaca 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, Rabu 25 Juni 2025
Proses evakuasi pendaki asal Brasil itu pun melibatkan banyak pihak, dari Basarnas hingga relawan dari daerah setempat.
Namun, penyelamatan terkendala cuaca dan medan yang ekstrem.
Sebelumnya dikabarkan bahwa seorang pendaki asal Brasil bernama Irma de Juliana Marins jatuh terpeleset ke dalam jurang sedalam 200 meter di jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/6/2025).
Proses penyelamatan masih dilakukan oleh tim SAR, tetapi terkendala oleh cuaca dan medan yang ekstrem sehingga berlangsung lama.
Selama 30 jam sejak proses penyelamatan dilakukan, pendaki itu disebut tak mendapatkan pertolongan yang semestinya.
Banyak warganet Brasil yang kemudian meninggalkan komentar di akun Instagram Presiden RI Prabowo Subianto, menuntut penyelamatan yang layak terhadap Irma de Juliana Marins. (yayu)
Editor: Yayu