WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Dari total 28 nama yang dipanggil ke pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-23 untuk menghadapi Piala AFF U-23 2025, hanya satu nama diaspora yang masuk daftar: Jans Raven. Absennya pemain-pemain keturunan lainnya seperti Welber Jardim hingga Nathan Tjoe-A-On tentu menjadi tanda tanya besar bagi publik. Apa yang sebenarnya terjadi?
Penjelasan datang langsung dari Manajer Timnas U-23, Ahmed Zaki Iskandar. Menurutnya, absennya para pemain diaspora bukan karena mereka tak layak, melainkan karena turnamen ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA.
“Karena sekarang Piala AFF ini tidak termasuk di kalender FIFA. Jadi kami berikan waktu untuk coach Gerald melihat potensi pemain dari liga domestik,” jelas Zaki dalam konferensi pers resmi.
Hal ini berarti, klub-klub Eropa tidak berkewajiban melepas pemainnya untuk mengikuti ajang ini, yang berlangsung 15 Juli 2025 mendatang di Jakarta.
Pemusatan latihan ini sekaligus menjadi ajang seleksi dan pembuktian bagi pemain-pemain muda dari kompetisi Liga 1 Indonesia. Menurut Zaki, mayoritas pemain yang dipanggil kali ini memang berasal dari kompetisi domestik dan memiliki menit bermain yang tinggi di klubnya.
“Sebagian besar pemain berasal dari Liga 1 dan sudah punya menit bermain yang cukup banyak,” tegasnya.
Meski kali ini tak banyak diaspora dipanggil, Zaki menegaskan bahwa pelatih kepala Gerald Vanenburg tetap membuka pintu selebar-lebarnya untuk mereka di ajang resmi selanjutnya, seperti Kualifikasi Piala Asia U-23 yang masuk kalender FIFA.







