Doa yang Diam, Tapi Menggerakkan Langit
Amer tidak memarahi siapa pun. Ia tetap bersikap tenang, memantapkan hati dalam doa. Ia percaya, jika niatnya benar dan tulus, tidak ada yang mampu menghalangi kehendak Tuhan.
“Aku hanya ingin berhaji. Kalau memang Allah sudah menetapkan itu untukku, tidak ada yang bisa menghentikannya,” ucapnya lirih.
Akhirnya, Amer diizinkan naik ke pesawat. Untuk ketiga kalinya, pesawat lepas landas—dan kali ini terbang dengan selamat menuju Tanah Suci.
Lebih dari Sebuah Kisah Perjalanan
Kisah Amer viral di media sosial. Bukan karena kegagalan teknis pesawat, tapi karena keteguhan hati seorang hamba yang tetap percaya saat semua jalan tampak tertutup.
Ia tidak membentak, tidak menuntut. Ia hanya berdoa.
Dan doanya—yang hening dan penuh keyakinan—membuka jalan yang mustahil.(Wartabanjar.com/wearenesia/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







