https://youtube.com/shorts/Xt-40ET_-PQ   WARTABANJAR.COM - Konflik antara Israel dan Iran kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa militer AS telah menyerang tiga fasilitas nuklir utama milik Iran. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (22/6/2025), Trump mengungkap bahwa serangan tersebut menyasar Fordow, Natanz, dan Esfahan, tiga situs pengayaan uranium yang selama ini diawasi ketat oleh komunitas internasional. "Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran. Muatan penuh bom dijatuhkan di lokasi utama, Fordow," tulis Trump. "Semua pesawat dalam perjalanan pulang dengan selamat. Selamat kepada prajurit Amerika kita yang hebat. Tidak ada militer lain di dunia yang dapat melakukan ini. SEKARANG WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN!" tambahnya. Pengakuan Trump ini menandai keterlibatan langsung Washington dalam konflik bersenjata yang sebelumnya hanya berlangsung antara Israel dan Iran. Aksi ini dinilai sebagai eskalasi berbahaya yang berpotensi memicu perang regional, terutama setelah Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap setiap intervensi militer asing. Hingga kini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan dari AS. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, jauh sebelumnya telah memberikan peringatan tegas. Ia menyatakan setiap serangan dari Amerika akan dibalas dengan “kehancuran yang tidak dapat diperbaiki.” Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pun menyebut keterlibatan militer Amerika Serikat sebagai “resep untuk perang habis-habisan di kawasan” dan menegaskan Teheran tidak akan tinggal diam jika diserang. Menteri Luar Negeri Iran juga mengingatkan bahwa intervensi langsung AS adalah tindakan sangat berbahaya bagi semua pihak, dan mengatakan bahwa perlawanan terhadap keterlibatan asing tak terelakkan lagi. Reaksi keras terhadap keterlibatan militer AS tidak hanya datang dari Iran. Kelompok Houthi di Yaman, yang dikenal sebagai sekutu Iran, menyatakan akan kembali melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal AS di Laut Merah. Kini, dengan eskalasi konflik terbuka dan serangan langsung AS ke fasilitas nuklir Iran, diplomasi tampak sepenuhnya gagal dan kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang perang besar. #amerikaserikat #iran #israel #perang #wartabanjar