Geger Dunia! Wanita China Ini Selundupkan Teknologi Senjata AS ke Iran, FBI Buru dengan Imbalan Rp245 Miliar!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Sosok wanita asal China bernama Baoxia Liu, alias Emily Liu, kini menjadi buronan kelas kakap yang diburu Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat. Wanita kelahiran 10 September 1981 di Weifang, Shandong, China ini bukanlah sosok biasa. Ia dikenal sebagai agen pengadaan dan broker senjata internasional, sekaligus pemilik berbagai perusahaan cangkang di China dan Hong Kong.
Skandal Penyelundupan Senjata Canggih AS
Dalam kurun waktu 2007 hingga 2020, Liu diduga menjadi dalang utama penyelundupan komponen elektronik militer asal Amerika Serikat ke Iran. Ia tak bekerja sendiri—bersama tiga rekannya yakni Li Yongxin (Emma Lee), Yung Yiu Wa (Stephen Yung), dan Zhong Yanlai (Sydney Chung)—Liu menjalankan operasi ini dengan sangat rapi melalui perusahaan-perusahaan cangkang.
Modusnya, mereka membeli teknologi sensitif seperti chip drone dan perangkat militer dari AS, lalu menyamarkan dokumen ekspor agar seolah-olah dikirim ke China. Padahal, barang-barang itu berakhir di tangan Iran, tepatnya entitas yang terafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan Ministry of Defence and Armed Forces Logistics (MODAFL).
BACA JUGA:SADIS! Sakit Hati Dimarahi, Tiga Remaja di Tapin Habisi Nyawa Rekan Kerja Secara Brutal
Dampak Teknologi Selundupan: Perang Semakin Panas
Komponen yang diselundupkan itu digunakan untuk mendukung produksi drone tempur, rudal balistik, serta sistem persenjataan lainnya. Lebih gawat lagi, hasil produksi senjata tersebut kemudian disuplai ke aliansi Iran seperti Rusia, Sudan, dan Yaman, memperluas potensi konflik di berbagai kawasan rawan.
Buronan FBI Kelas Dunia dengan Hadiah Fantastis
Akibat perbuatannya, Liu kini masuk dalam daftar FBI Most Wanted sejak Januari 2024. Pemerintah Amerika Serikat bahkan mengumumkan hadiah hingga USD 15 juta (sekitar Rp 245 miliar) bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi akurat yang mengarah pada penangkapannya.
Ancaman Nyata terhadap Keamanan Global
Pakar keamanan menyebut bahwa ekspor komponen elektronik militer seperti ini masuk dalam kategori "dual-use technology" — teknologi yang bisa dipakai untuk keperluan sipil maupun militer. Ketika teknologi tinggi milik AS jatuh ke tangan musuh potensial seperti Iran, dunia menghadapi ancaman serius terhadap stabilitas global dan keamanan nasional AS serta sekutunya.
Kasus Baoxia Liu menjadi alarm keras betapa pentingnya pengawasan terhadap teknologi militer dan perdagangan global. Dunia kini menantikan apakah FBI berhasil membekuk sosok wanita berbahaya ini—atau justru ia akan terus menebar ancaman dari balik bayang-bayang.(Wartabanjar.com/kompas/kingfatbastard/berbagai sumber)
editor: nur muhammad