WARTABANJAR.COM - Suasana di jantung Kota Tel Aviv berubah drastis dari biasanya yang penuh aktivitas. Jalanan kini sepi, toko-toko tutup, dan kehidupan nyaris terhenti. Warga memilih meninggalkan rumah mereka demi mencari perlindungan menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Kondisi ini muncul setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah titik strategis di Iran pada Jumat (13/6/2025), yang menewaskan lebih dari 220 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut memicu respons keras dari Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rentetan rudal ke wilayah Israel dalam sebuah operasi yang disebut True Promise 3. Gempuran tersebut memaksa pemerintah Israel mengumumkan status darurat nasional. Layanan publik seperti restoran, sekolah, transportasi, dan fasilitas umum lainnya terhenti atau dibatasi operasionalnya. Seorang warga Tel Aviv, Amit, mengaku ketakutan dan memilih pergi dari rumah bersama pasangannya, Eitan, untuk mengungsi ke tempat aman — sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sejak konflik besar meletus pada Oktober 2023. Daniel, seorang ibu dari dua anak, mengungkapkan kepada Middle East Eye bahwa ketidakpastian membuatnya sulit berpikir jernih. Sedangkan Niv, pelatih sepak bola lokal, memilih keluar dari Tel Aviv dan berlindung bersama keluarga pasangannya di lokasi yang lebih aman. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa operasi terhadap Israel akan berlanjut hingga rezim Zionis "dihancurkan sepenuhnya." Sebagai latar belakang, pada malam 13 Juni, militer Israel meluncurkan Operasi Rising Lion, menyerang fasilitas militer dan nuklir Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Beberapa tokoh penting Iran dilaporkan tewas, di antaranya pejabat tinggi militer dan ilmuwan nuklir. Target serangan mencakup lokasi strategis seperti Natanz dan Fordow. Menanggapi serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebutnya sebagai tindakan kriminal dan memperingatkan bahwa Israel akan menerima konsekuensi yang pahit. #telaviv #israel #iran #wartabanjar