MUI Tak Terima Petugas Haji Disebut Nebeng Jemaah

Kiai Arif memberikan contoh petugas haji yang profesional dan berintegritas, viralnya petugas haji yang dengan telaten
dapat melayani ibadah haji jamaah haji perempuan lansia.

Menurutnya, masih banyak lagi contoh-contoh profesionalitas dan integritas petugas haji dalam melaksanakan tugas sesuai penugasannya.

Berbeda halnya jika petugas haji ditemukan mengabaikan tugas utamanya untuk melayani jamaah haji dengan lebih mengutamakan kepuasan kepentingan pribadi. Menurutnya, untuk hal seperti ini biasanya sudah ada mekanisme peraturan tegas terhadap petugas haji seperti itu.

“Terkadang, dengan melihat rasio proporsi jumlah petugas haji dengan jumlah jamaah haji, maka sesungguhnya tugas petugas haji itu cukup berat. Belum lagi dengan melihat lebih dalam tentang jumlah jamaah haji lansia, berkebutuhan khusus, difabel atau kondisi kesehatan yang kurang optimal,” ungkapnya.

Kiai Arif menilai kondisi-kondisi tersebut membutuhkan effort petugas haji yang lebih besar. “Disini kita justru sangat respek dengan hadirnya petugas haji,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Kiai Arif memberikan catatan khusus terkait pelaksanaan ibadah haji 2025. Dia menilai pelayanan jamaah haji perempuan yang tidak serta merta mudah meminta bantuan terhadap petugas haji laki-laki dengan alasan kurang nyaman atau segan.

“Maka pernah direkomendasikan penambahan jumlah petugas haji perempuan ketika jumlah jamaah haji perempuan lebih banyak dibandingkan jamaah haji laki-laki. Bahkan dari evaluasi ini muncul rekomendasi Tim Amirul Hajj dan Mustasyar Diny harus ada representasi perempuan,” ungkapnya.(MUI)

Editor Restu