WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Sosok Neneng Putri Sari Ramadhan menjadi sorotan karena dipercaya memimpin SMPN 1 Martapura Barat. Ia dinobatkan sebagai kepala sekolah termuda untuk jenjang SMP se Kabupaten Banjar yang baru saja dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Banjar, Selasa (17/6/2025) siang. Neneng merupakan satu di antara 64 kepala sekolah yang dilantik hari itu. Mantan penyandang gelar Galuh Banjar Kota Banjarmasin ini mengatakan di tempat yang baru, ia akan mengevaluasi program yang sudah ada. "Mana yang masih relevan akan diteruskan, yang kurang efektif akan diperbarui,” ujar Neneng yang sebelumnya bertugas sebagai guru di SMPN 1 Astambul ini. Ia juga berencana mengusulkan program-program tambahan setelah memetakan kebutuhan sekolah. “Dimanapun di tempatkan, saya ingin memberi hasil terbaik yang bermanfaat dan menginspirasi lingkungan sekitar,” tutupnya. Sementara itu, Bupati Saidi Mansyur menegaskan saat pelantikan, bahwa jabatan kepala sekolah bukan hanya posisi struktural, tetapi juga amanah moral untuk membentuk generasi penerus yang cerdas dan berkarakter. “Jadilah pemimpin yang memberi teladan, membangun budaya disiplin, serta sigap membawa perubahan positif di sekolah masing-masing,” ujar Saidi, dikutip dari laman MC Banjar, Rabu (18/6/2025). Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan dan akuntabel, dengan mengacu pada data Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan anggaran. Selain itu, Bupati menyoroti tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Banjar. Ia mendorong kepala sekolah agar lebih aktif dalam upaya penanganan ATS, tidak hanya menunggu pendaftaran siswa baru. “Anak-anak yang putus sekolah perlu dijemput kembali. Bisa diarahkan ke jalur pendidikan formal maupun ke program kesetaraan seperti paket A, B, atau C,” tambahnya. Kepala Dinas Pendidikan Banjar, Liana Penny menyebutkan bahwa dari 64 kepala sekolah yang dilantik, 31 merupakan promosi jabatan untuk jenjang SD dan SMP, sementara 33 lainnya menjalani mutasi. “Mutasi dilakukan sebagai bentuk penyegaran dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Kepala sekolah juga tidak bisa menjabat lebih dari dua periode di tempat yang sama, sesuai ketentuan Kemendikbudristek,” jelas Liana. Promosi jabatan, lanjutnya, diperlukan guna memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mensyaratkan kepala sekolah definitif di setiap satuan pendidikan. BACA JUGA: Geger Penampakan Misterius di Atap Warung Warga Mantuil Banjarmasin, Netizen: Pina-nya Pocong Tuh Mang Turut hadir dalam pelantikan tersebut adalah Asisten Administrasi Umum Setda Banjar, Rakhmat Dhani, Kepala BKPSDM, Erni Wahdini, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (mc banjar) Editor: Yayu