Ia juga mengungkapkan bahwa kompetisi akan berlanjut secara reguler dengan sistem yang lebih terstruktur, yakni 3 kali dalam setahun, serta ditutup dengan final yang direncanakan berlangsung di Stadion 17 Mei, Banjarmasin.
“Ke depan, setiap kabupaten/kota diharapkan bisa menyelenggarakan kompetisi lokal. Kita juga siapkan pembinaan di tiga lokasi strategis sebagai pusat pengembangan,” tuturnya.
Festival Sepak Bola Piala Gubernur Kalsel 2025 menjadi bukti nyata bahwa gairah dan kecintaan terhadap sepak bola masih sangat tinggi, baik dari sisi pemain senior maupun generasi muda.
“Momentum ini diharapkan mampu membangun kembali fondasi sepak bola Kalimantan Selatan menuju prestasi lebih tinggi di tingkat nasional,” tutupnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







