WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Ratusan warga memadati halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin di Jalan Brigjen Hasan Basri, Jumat (13/6/2025). Mereka datang untuk mengikuti Pasar Murah Bersubsidi yang digelar Kejari Banjarmasin bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin serta Perum Bulog Kanwil Kalsel. Antusiasme warga yang tinggi membuat ratusan paket sembako bersubsidi ludes dalam waktu singkat. Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga kebutuhan pokok. Tak kurang dari 500 paket sembako bersubsidi dibagikan khusus kepada warga dari empat kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Utara. Satu paket berisi 2 liter minyak goreng dan 2 kilogram gula pasir. Meski harga normalnya mencapai Rp74.000, warga cukup membayar Rp50.000, selisihnya Rp24.000 karena disubsidi langsung oleh Pemko Banjarmasin. “Pasar murah ini kami laksanakan agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Dr. Indah Laila. Selain paket subsidi, tersedia juga berbagai kebutuhan pokok dengan harga distributor yang bisa dibeli oleh masyarakat umum. Antara lain beras premium, minyak goreng, Minyakita, daging ayam, telur ayam ras, dan gula kemasan. Menurut Indah, keterlibatan Kejari dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi. “Kami ingin memastikan kegiatan ini benar-benar menyentuh masyarakat dan tepat sasaran,” ujarnya. BACA JUGA: Zaskia Adya Mecca dan 9 WNI ke Mesir Ikut Aksi Global March to Gaza Akhiri Penjajahan di Palestina Untuk itu, Tim Intelijen Kejari Banjarmasin yang dipimpin Kasi Intelijen Dimas Purnama Putra, turut diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan monitoring kegiatan. “Kami pastikan kegiatan berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan tujuan, yaitu membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi,” pungkas Indah. Pasar murah ini pun menjadi bukti nyata kolaborasi antar lembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi di daerah. (Ramadan) Editor: Yayu