Aspal Rentan Retak!
Alasan kedua yang tak kalah penting adalah kondisi oprit atau sambungan antara badan jalan dan jembatan yang masih dalam tahap penyesuaian pasca konstruksi.
“Kalau langsung diaspal, kemungkinan besar akan retak karena pergerakan tanah yang masih aktif di sekitar oprit. Hasilnya, justru jalan jadi cepat rusak,” tambah Rina.
Sebagai gantinya, bagian jembatan biasanya menggunakan plat baja, pelat karet, atau material ekspansi khusus yang lebih fleksibel dalam menghadapi pergerakan tanah dan getaran lalu lintas.
Desain yang Disengaja
Perbedaan permukaan antara jalan dan jembatan yang sering dianggap sebagai “tidak sempurna” ternyata adalah hasil perencanaan matang oleh para insinyur. Tujuannya? Tak lain untuk menjaga keselamatan dan daya tahan jangka panjang infrastruktur yang digunakan jutaan kendaraan setiap tahunnya.
Kini Anda tahu, bahwa jalan mulus yang tiba-tiba berubah saat memasuki jembatan bukan karena proyek asal-asalan, melainkan hasil dari pertimbangan teknis dan struktural yang telah diuji selama puluhan tahun.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad







