WARTABANJAR.COM, BARABAI– Kelompok Wanita Tani (KWT) Jamaika dari Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan, Hulu Sungai Tengah, terpilih mewakili Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dalam ajang Lomba Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar oleh Polda Kalsel. Kelompok ini berhasil menyabet juara pertama dalam lomba serupa di tingkat kabupaten, mengungguli Desa Labuan Amas Utara (LAU) di posisi kedua dan Desa Batang Alai Selatan (BAS) di peringkat ketiga. Keunggulan KWT Jamaika terletak pada keberhasilan mereka dalam memadukan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam skala rumah tangga dengan pengelolaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Kelompok ini dinilai unggul berkat terobosannya dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi. Memiliki 30 anggota aktif, KWT Jamaika mengelola lahan seluas 1.000 meter persegi dan pekarangan masing-masing anggota untuk menanam beragam tanaman seperti selada, sawi, cabai keriting, tomat, kangkung, lombok tiung, jagung, kucai, dan jahe. Selain pertanian, mereka juga mengembangkan peternakan ayam petelur sejak tahun 2023 dengan populasi sekitar 1.360 ekor ayam, yang setiap bulannya menghasilkan rata-rata 1,7 ton telur. Hasil produksi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan kelompok, tetapi juga didistribusikan secara adil yakni 40 persen untuk masyarakat sekitar, 30 persen untuk anggota pengelola, dan 30 persen untuk pengembangan usaha. Tak hanya itu, kelompok ini juga mengelola kolam ikan nila berukuran 1,5 meter berbasis fiber di area pekarangan. Seluruh kegiatan dikelola secara gotong royong dan saling mendukung antaranggota, termasuk dalam pemanfaatan rumah pembibitan tanaman yang mereka bangun di depan Kantor Desa Jaranih. Inovasi lain yang mereka terapkan adalah penggunaan sistem penyiraman tetes (drip system) yang hemat air serta teknik pemupukan berbasis katup Venturi, sebuah metode modern dalam irigasi mikro yang memanfaatkan tekanan air untuk menyalurkan nutrisi ke tanaman secara efisien. Teknologi ini dinilai sangat cocok untuk diterapkan di wilayah pedesaan. Ketua KWT Jamaika, Jumrinah, mengatakan bahwa keberadaan kelompok ini telah menginspirasi banyak ibu rumah tangga di desanya untuk mulai berkebun dan memelihara ternak skala rumahan. “Kami ingin menunjukkan bahwa untuk memenuhi gizi tidak mesti mahal. Cukup tanam sayuran di pekarangan, pelihara ayam dan ikan, insyaallah kalau semua ibu-ibu lakukan, tidak ada lagi anak stunting di desa ini,” ujarnya, Rabu (11/6/2025) saat dilakukannya penilaian oleh Polda Kalsel. Jumrinah juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada KWT Jamaika untuk mewakili Kabupaten HST ke tingkat provinsi. “Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bagus dan memotivasi kami untuk terus berkembang. Kami berharap bisa memberi contoh bagi desa lain,” tutupnya. Sementra itu, Kapolsek Pandawan, Iptu Rusmiati, yang turut mendampingi kegiatan ini, menyatakan bahwa keterlibatan KWT Jamaika menjadi bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus penanganan stunting di tingkat desa. BACA JUGA: Ribuan Orang dari Berbagai Negara Akan Unjuk Rasa Bobol Blokade Israel di Rafah “Kami dari Polsek Pandawan turut mendampingi dan memberikan edukasi bahwa gizi keluarga bisa dicapai dengan memanfaatkan sumber pangan yang kita kelola sendiri. Tidak perlu mahal, cukup pekarangan yang ditanami sayur dan beternak secara sederhana,” ujar Iptu Rusmiati. Menurutnya, program seperti ini bukan hanya sekadar kegiatan berkebun atau beternak, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap pemenuhan gizi keluarga, terutama ibu hamil dan anak-anak di desa. “Program ini sekaligus menyadarkan bahwa ketahanan pangan juga erat kaitannya dengan pencegahan stunting, karena ibu hamil dan anak-anak harus mendapatkan asupan protein, sayur, dan karbohidrat yang seimbang. Maka budidaya ayam dan ikan di desa ataupun pekarangan rumah jadi sangat penting,” pungkasnya. (Adew) Editor: Yayu