WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, secara simbolis meresmikan penggunaan ekskavator amfibi baru melalui prosesi adat Batapung Tawar di Pusat Daur Ulang (PDU) Sungai Gampa.
Alat berat canggih ini digadang-gadang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi persoalan klasik sungai di Banjarmasin, mulai dari penumpukan sampah, invasi eceng gondok, hingga sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan.
Baca Juga
Duel Berdarah di Alalak Tengah, Seorang Pria Tewas dengan Pisau Menancap di Punggung
“Alat ini mudah-mudahan bisa berjalan dengan semestinya, untuk pengerukan sungai dan juga mengangkut eceng gondok yang mengganggu aliran air,” ujar Wali Kota Yamin, Selasa (10/6/2025).
Dirancang khusus untuk beroperasi di darat maupun perairan, ekskavator amfibi mampu menjangkau area yang sebelumnya sulit diakses, terutama di titik-titik sungai yang dangkal.
Keunggulan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam upaya normalisasi dan revitalisasi sungai.
“Intinya, alat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi kepentingan kota. Kita ingin sungai-sungai kita kembali berfungsi optimal,” tegasnya.
Meski begitu, Wali Kota Yamin mengakui bahwa dimensi besar alat ini menjadi tantangan tersendiri.
Penggunaannya akan difokuskan di sungai-sungai besar yang mampu menampung manuver alat berat tersebut.
“Infrastruktur sungai kita memang beragam, jadi kita sesuaikan juga area operasinya. Tapi yang jelas, ini adalah langkah maju yang kami ambil bersama DPRD Kota Banjarmasin,” tutupnya.
