Baru Sekali! Sri Mulyani Kunjungi Zona Merah Nduga Pakai Rompi Anti-Peluru, Netizen: “Takut Sama Rakyat Sendiri?”
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PAPUA – Pemandangan tak biasa terjadi saat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (7/6/2025). Dalam kunjungan tersebut, Sri Mulyani tampil dengan rompi anti-peluru, didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan sejumlah pejabat TNI.
Tak hanya kedua menteri, para pejabat lainnya pun ikut mengenakan rompi pelindung tubuh, menandakan tingginya kewaspadaan dalam kunjungan ke wilayah yang dikenal sebagai zona merah konflik.
BACA JUGA:VIRAL VIDEO Anggota Komisi Militer Ukraina Ditangkap Warga Kharkiv, Dipaksa Minta Maaf: “Saya Sangat Malu…”
Nduga: Wilayah Rawan Baku Tembak
Kabupaten Nduga selama ini masuk kategori rawan konflik bersenjata antara aparat TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Sri Mulyani pun mengakui bahwa belum pernah ada Menteri Keuangan sebelumnya yang berani berkunjung ke sana.
“Saya belum pernah ke sini sebelumnya,” ungkap Sri Mulyani di lokasi, sambil memantau sejumlah proyek pembangunan.
Netizen Heboh: “Rompinya Kecil Banget!”
Kehadiran pejabat tinggi negara dengan perlengkapan ala medan tempur langsung menyita perhatian warganet. Reaksi pun bermunculan, mulai dari sindiran hingga pertanyaan soal urgensi kunjungan tersebut:
“Kalau nggak banyak dosa sama rakyat, ngapain takut, Bu? Mereka juga rakyat Indonesia 😂”
“Tujuannya apa? Mau minta pajak ke KKB?”
“Kurang gede rompinya. Bagian vital mana yang terlindungi kalau segitu ukurannya?”
“Hidup di negeri sendiri kok takut...”
“Serius tanya, rompinya kok kecil? Nggak kayak di film yang full badan gitu.”
“Ada udang di balik rempeyek ini, mah... 😂”
“Kunjungan ke Papua pakai rompi anti-peluru, emang mau perang?”
Simbol Keberanian atau Ketegangan?
Kunjungan ini disebut sebagai langkah strategis pemerintah pusat untuk menunjukkan kehadiran negara di wilayah paling timur Indonesia. Namun, penampilan Menkeu dengan perlindungan ekstra justru menimbulkan persepsi ketakutan yang memantik komentar publik.
Terlepas dari tujuannya, kunjungan bersejarah ini menjadi momen langka yang menyita perhatian publik. Apakah ini akan menjadi langkah awal pemerataan pembangunan di Papua? Atau justru menambah jurang ketidakpercayaan antara pusat dan daerah?
Yang jelas, rompi anti-peluru Menkeu lebih banyak dibicarakan dibanding program anggaran yang dibawa.(Wartabanjar.com/medsos_rame/berbagai sumber)
editor: nur muhammad