Selain melakukan pemantauan langsung, Irjen Khairunas tak sekadar berdiri mengamati dari kejauhan.
Ia justru turun tangan, menyingsingkan lengan, dan terlibat langsung memastikan setiap kebutuhan jemaah terpenuhi di titik-titik paling krusial.
“Saya tetap memantau pergerakan jamaah haji, dengan harapan dapat terlayani dengan baik semuanya. Ini ikhtiar untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan jamaah haji Indonesia,” ucapnya.
Namun, Khairunas juga menyampaikan catatan penting. Ia menilai, tindakan syarikah yang menurunkan jamaah sembarangan tanpa memperhatikan kondisi fisik dan lokasi pemondokan adalah bentuk kelalaian yang serius.
“Ini menjadi catatan kinerja syarikah yang tidak memerdulikan kondisi jamaah haji saat menurunkan jamaah dari Mina,”ungkapnya dari kawasan Misfalah, Makkah.
Menurutnya, peristiwa semacam ini tidak boleh terulang dan harus menjadi bahan evaluasi bersama.
“Ke depan akan menjadi rekomendasi kami, Tindakan syarikah yang menurunkan jamaah tanpa memperhatikan kondisi fisik dan lokasi pemondokan sangat disayangkan. Ini akan kami jadikan bahan evaluasi terhadap syarikah yang tidak kooperatif dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi,” tegas Irjen Khairunas.(MUI)
Editor Restu






