WARTABANJA.COM, JAKARTA – Awal yang bikin panas! Timnas Italia dibantai Norwegia dengan skor telak 0-3 di laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah kekalahan yang langsung bikin alarm FIGC menyala. Tiga gol tercipta di babak pertama, dan Italia benar-benar kesulitan bangkit dari tekanan. Hasil ini jelas bikin Azzurri berada di posisi genting dalam persaingan Grup 1.
Sebelum laga berikutnya melawan Moldova, kabar mengejutkan datang, Presiden FIGC Gabriele Gravina resmi mencopot posisi Luciano Spalletti sebagai pelatih timnas. Kabar ini diumumkan langsung oleh Spalletti dalam press conference sebuah keputusan yang bikin suasana makin panas jelang laga selanjutnya.
Dalam konferensi pers itu, Spalletti tampak emosional. Dia menyampaikan keinginannya untuk tetap memimpin dan menang, namun harus terima keputusan FIGC. Bahkan ia sempat keluar dari ruangan saat pertanyaan yang berat dilontarkan, menunjukkan betapa dalam tekanan yang ia rasakan.
Spalletti sendiri sebenarnya punya riwayat manajerial yang mentereng. Setelah sukses membawa Napoli juara Serie A di musim 2022–23, ia ditunjuk jadi pelatih Italia pada Agustus 2023, menggantikan Roberto Mancini. Dia memimpin Azzurri di Euro 2024 sebelum akhirnya tersingkir di 16 besar oleh Swiss, dan sempat menunjukkan catatan cukup oke di Nations League.
Setelah pemecatan ini, nama Stefano Pioli (dari Al‑Nassr) dan Claudio Ranieri kembali mencuat sebagai kandidat pengganti. FIGC harus bergerak cepat agar Italia bisa memulihkan momentum dan tetap ambisi lolos otomatis ke Piala Dunia 2026. Dari pihak publik, harapan padat bahwa Italia bisa bangkit dan tunjukkan wajah baru segera hadir. (Berbagai sumber/andi)







