WARTABANJAR.COM, PARINGIN– Gunung Hauk di Kabupaten Balangan dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pendaki di Kalimantan Selatan. Dari sembilan pos yang ada di jalur pendakian, Pos Tiga menjadi tempat paling disukai untuk beristirahat. Selain lokasinya yang strategis dan suasananya yang sejuk, pos ini punya satu daya tarik yang unik, yaitu warung sederhana milik Wardi yang menjual minuman panas dan dingin, termasuk es batu. Keberadaan es batu di tengah gunung tanpa akses listrik tentu saja membuat banyak pendaki penasaran. Bagaimana bisa Wardi menyajikan minuman dingin seperti es teh atau es jeruk di ketinggian? Kepada Wartabanjar.com, Wardi membagikan kisah di balik warungnya yang sudah beberapa tahun menjadi penolong bagi para pendaki yang kelelahan. BACA JUGA: Mabuk Tuak, Tiga Pemuda Banjarbaru Keroyok Teman Sendiri di Depan RS Idaman “Kalau musim kemarau, bahan-bahan termasuk es bisa saya bawa naik pakai motor, tetapi kalau musim hujan, jalurnya licin dan susah dilewati, jadi saya biasanya mengupah orang buat bantu angkut dari bawah,” kata Wardi sambil tersenyum. Tanpa listrik dan fasilitas modern, Wardi tetap mampu menjaga stok dagangannya. Semua kebutuhan warung ia siapkan dari rumah, lalu dibawa mendaki, kadang dengan bantuan orang lain. Prosesnya tak mudah, namun semangat dan konsistensinya membuat warung Pos Tiga ini selalu ramai dan dicari pendaki. Warung ini bukan hanya tempat membeli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi titik temu dan tempat berbagi cerita antarpecinta alam. Bagi yang pernah mendaki Gunung Hauk, mampir ke warung Wardi di Pos Tiga seolah sudah menjadi tradisi tak tertulis. Editor: Yayu