Puasa Arafah Hapuskan Dosa Selama 2 Tahun, Hanya untuk Dosa Kecil

Namun, penting untuk memahami bahwa penghapusan dosa yang dimaksud dalam hadis ini merujuk pada dosa-dosa kecil (shagha’ir), sebagaimana dijelaskan oleh Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ruslan Fariadi.

Dosa-dosa besar (kaba’ir), seperti syirik, zina, atau meninggalkan salat, tidak dapat dihapus hanya dengan puasa Arafah.

Untuk dosa-dosa tersebut, seorang Muslim wajib melakukan taubat nasuha, yaitu pertaubatan yang sungguh-sungguh dengan menyesali perbuatan, berhenti dari dosa tersebut, dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Puasa Arafah bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kesabaran, menjaga lisan, dan membersihkan hati dari sifat-sifat tercela.

Hari Arafah sendiri adalah hari yang penuh berkah, di mana doa-doa dikabulkan dan rahmat Allah SWT tercurah dengan limpah. Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat lain:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka lebih banyak daripada hari Arafah…” [HR. Muslim].(muhammadiyah)

Editor Restu