Meski begitu, Fitri menyebut saat ini landasan pacu Bandara Syamsudin Noor belum dapat menampung pesawat berbadan panjang dan lebar untuk penerbangan jarak jauh.
“Kalau ada pesawat besar seperti yang digunakan untuk haji, mereka harus technical landing terlebih dahulu di Bandara lain untuk mengisi bahan bakar penuh,” jelasnya.
Sebagai solusi, Pemprov Kalsel tengah merancang proyek perpanjangan landasan pacu sepanjang 500 meter yang ditargetkan rampung pada akhir 2027.
“Perluasan ini akan memungkinkan bandara melayani lebih banyak penerbangan internasional langsung,” beber Fitri.
Dengan status internasional yang kini resmi kembali, Fitri optimistis Bandara Syamsudin Noor akan menjadi gerbang utama untuk pengembangan pariwisata, ekspor-impor, serta ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan.
“Kita berharap ini bisa mendorong smart tourism dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan sektor ekonomi dan layanan publik,” pungkasnya. (IKhsan)
Editor Restu













