WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Video permintaan maaf dari Setia Budi Tarigan, ayah dari pengemudi mobil BMW yang menewaskan mahasiswa UGM, mendadak viral di media sosial. Bukan karena isi permohonannya, melainkan karena gaya bicaranya yang dinilai aneh dan kaku, hingga memunculkan spekulasi warganet: "Jangan-jangan ini video AI?" Setia Budi merupakan ayah dari Christiano Pengarapenta Pengidahan Tarigan, pengemudi mobil BMW yang terlibat dalam kecelakaan maut di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, DIY, Sabtu dini hari (24/5/2025), sekitar pukul 01.15 WIB. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Argo Ericho Afandhi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Hampir sepekan pasca kejadian, publik menanti tanggapan dari keluarga pelaku. Baru pada awal Juni, Setia Budi muncul dalam sebuah video yang diunggah melalui platform Instagram dan YouTube, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. BACA JUGA:DETIK-DETIK Balita Terkunci di Mobil di Martapura, Damkar Gerak Cepat, Ini Imbauan Bagi Orang Tua! "Saya Setia Budi Tarigan, sebagai orang tua dari Christiano Pengarapenta Pengidahan Tarigan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum. Saya sangat menyesal baru bisa menyampaikan ini sekarang. Kami ingin menghormati masa duka keluarga korban," ucap Setia Budi dalam video tersebut. Ia menambahkan bahwa hingga kini dirinya masih mendampingi sang anak yang tengah menjalani proses hukum di Polresta Sleman. Christiano disebut masih mengalami trauma berat dan belum pulih secara psikologis. Namun, respons publik terhadap video permintaan maaf itu justru di luar dugaan. Alih-alih menyentuh hati, gaya bicara Setia Budi yang terlihat kaku dan nyaris tanpa ekspresi justru menimbulkan kecurigaan warganet. Komentar-komentar di media sosial langsung dibanjiri dugaan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI): “Kok nggak langsung bicara ke publik, kenapa harus lewat video? Yakin itu bukan AI?” “Kayak AI banget, kaku dan nggak ada ekspresi.” “Ini AI apa manusia sih?” “Beda banget sama sosok aslinya. Fix AI.” “Sumpah ini AI. Gak ada gerakan, ekspresinya datar banget 😭” Bahkan ada yang menyindir dengan kalimat: “Meminta maaf memang kewajiban, tapi memaafkan adalah pilihan dan hukum tetap berjalan – The Judge from Hell, Korean Drama 2025.” Fenomena ini menambah panasnya perbincangan soal kasus BMW maut yang menelan korban jiwa dari kalangan mahasiswa. Di tengah proses hukum yang tengah berjalan, warganet kini menyoroti tak hanya keadilan, tapi juga keaslian video pernyataan permintaan maaf dari pihak keluarga pelaku. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi terkait keaslian video tersebut maupun respons dari tim hukum keluarga pelaku atas tudingan netizen.(Wartabanjar.com/mood.jakarta/berbagai sumber) editor: nur muhammad