Musim ini juga menyoroti ketergantungan Inter pada beberapa pemain kunci. Marcus Thuram tampil impresif dengan mencetak 14 gol dan empat assist di Serie A, sementara kapten Lautaro Martinez hanya mencetak 12 gol dan tiga assist, menunjukkan penurunan performa dibanding musim sebelumnya.
Di sisi lain, PSG meraih quadruple musim ini, memenangkan Ligue 1, Coupe de France, Trophée des Champions, dan Liga Champions. Kemenangan ini menandai era baru bagi PSG, yang sebelumnya gagal meraih trofi Eropa meskipun memiliki pemain bintang seperti Neymar, Mbappé, dan Messi.
Kemenangan ini juga menjadi gelar Liga Champions pertama bagi PSG dan pelatih Luis Enrique, yang sebelumnya meraih trofi serupa bersama Barcelona pada 2015. Enrique menjadi pelatih pertama yang memenangkan treble dengan dua klub berbeda.
Bagi Inter, musim ini menjadi pelajaran berharga. Mereka harus mengevaluasi strategi dan performa mereka untuk kembali bersaing di level tertinggi. Kekalahan ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki potensi, konsistensi dan mental juara adalah kunci untuk meraih kesuksesan.
Editor: andi akbar













