WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Madrasah Aliyah (MA) Nurul Fikri Banjarbaru menggelar Perpisahan dan Wisuda Kelas XII angkatan IV, Minggu (01/6/2025). Mengusung tema "Melangkah Bersama dengan Al-Qur'an", kegiatan perpisahan ini digelar dengan khidmat. Ketua Pelaksana kegiatan, Ustadzah Maria Ulfah mengatakan perpisahan ini diikuti oleh 16 santri/santriwati. Baca Juga Waspada Hujan Petir Malam ini di Tabalong dan Balangan "Karena ini pondok pesantren yang berbasis Al-Qur'an, kita ada wisudawan Tahfidz-nya juga akademik. Karena kita tidak hanya kepondokan saja tapi juga mengutamakan sekolah umum-nya," ucap Ustadzah Maria. [caption id="attachment_319470" align="alignnone" width="300"] Perpisahan dan Wisuda Kelas XII angkatan IV MA Nurul Fikri Banjarbaru, Minggu (01/6/2025). (Wartabanjar.com/ikhsan)[/caption] Sebelum para santri mengikuti wisuda, mereka diuji dulu hapalan-nya hingga mengikuti assessment Madrasah (ujian Tahfidz, program Qur'an dan kegiatan belajar mengajar). "Sehingga ini adalah puncak acara dari kelulusan mereka," tambahnya. Di satu sisi, Ustadzah Maria turut bangga membersamai perkembangan para santri maupun santriwati dalam mengemban pendidikan di MA Nurul Fikri Banjarbaru. "Kebanggan tentunya dari awal mendampingi anak-anak sama sekali. Dari mereka yang nol sama sekali dan santri kami tidak punya hapalan, dengan konsisten dan karakter yang baik menjadi kebanggaan bagi kami Ustadz dan Ustadzah yang mendampingi," jelasnya. Ustadzah Maria turut menjelaskan, kelebihan Ma Nurul Fikri dibanding sekolah lain. Menurutnya, sekolah berbasis Qur'ani dan karakter sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. "Bahwa pendidikan-nya karakter untuk gen Z. Sebab aktivitas yang masuk dan budaya global yang masuk dalam kehidupan mereka, jika tidak tersaring melalui karakter yang baik maka akan mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari," terangnya.. Adapun dari sekolah sendiri, menargetkan para santri/santriwati untuk dapat menghapal Al-Qur'an sebanyak 12 juz. Kendati demikian, hebatnya lagi di lulusan tahun ini sudah ada santri yang dapat menghapal sebanyak 30 juz. "Sudah ta'smi (baca ulang dengan fasih) sebanyak 15 juz," beber Ustadzah Maria. Ia berharap, kepada para lulusan santri maupun santriwati dapat mengimplementasikan apa yang sudah didapat saat menempuh pendidikan di pondok pesantren. "Agar menjadi bekal mereka dalam meniti kehidupan selanjutnya," harap Ustadzah Maria. (IKhsan) Editor Restu