Etika adalah hasil proses pendidikan, kalau pendidikan berjalan dengan benar maka etikanya akan bagus.
Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, menurut Iwan, harus dikembalikan pada basis budaya.
“Sehingga potensi-potensi lokal itu dapat terangkat, dan hal ini dapat didukung dengan pembelajaran muatan lokal. Sehingga orang-orang dapat mengerti budayanya sendiri. Jangan sampai orang tidak tahu budayanya sendiri, itu ‘kan jadinya aneh. Maka dari itu bisa kita kembangkan dari basis budaya juga untuk memperkuat karakternya,” tambahnya.
Di samping itu, pemateri lainnya, Dr. Syaiputra W.M. Diningrat menyampaikan, pendidikan di setiap daerah, yang disebabkan dengan kualitas kompetensi guru, kualitas siswa, dan juga sarana dan prasarana.
“Jadi, untuk pendidikan di tiap daerah itu tidak bisa dibandingkan, karena beberapa daerah ada yang sudah maju dari segi teknologinya, dan beberapa daerah masih ada yang belum terjamah,” kata Putra.
Dari segi kualitas, Putra mengungkapkan, beberapa daerah seperti di Jawa memang lebih bagus kualitasnya dibandingkan dengan di Kalimantan.
“Seperti Jakarta misalkan, SDMnya bagus, ibu kota di situ, pusat perekonomian juga di situ, yang tentunya itu akan memengaruhi kualitas pendidikan juga,” ungkap Putra.
Mungkin di daerah lain, seperti Kalimantan masih agak tertinggal dari pulau Jawa, tetapi kalau melihat dari segi budaya, masih lebih bagus di daerah, karena masih belum terkontaminasi dengan teknologi, seperti media sosial.







