Dari segi kualitas, Putra mengungkapkan, beberapa daerah seperti di Jawa memang lebih bagus kualitasnya dibandingkan dengan di Kalimantan.
“Seperti Jakarta misalkan, SDMnya bagus, ibu kota di situ, pusat perekonomian juga di situ, yang tentunya itu akan memengaruhi kualitas pendidikan juga,” ungkap Putra.
Mungkin di daerah lain, seperti Kalimantan masih agak tertinggal dari pulau Jawa, tetapi kalau melihat dari segi budaya, masih lebih bagus di daerah, karena masih belum terkontaminasi dengan teknologi, seperti media sosial.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi seperti media sosial, membuat karakter seseorang menjadi menurun, karena penggunaan yang tidak tepat.
“Memang teknologi ini sepeti pisau bermata dua, kalau di tangan orang yang tepat, pasti membawa dampak yang baik, tapi kalau tidak tepat, pasti membawa dampak yang tidak baik,” jelas Putra.
Di era teknologi yang serba canggih saat ini, kita harus bisa menguasai teknologi, jangan sampai kita yang dikuasai teknologi, karena saat ini kita berperang tidak lagi dengan penjajah, tetapi dengan teknologi,” sambungnya.
Dalam mengatasi hal tersebut, ia mengajak semua pihak untuk menyelesaikan masalah pendidikan, terkait dengan hadirnya teknologi, mulai dari kurikulumnya, tenaga pendidiknya, siswanya, itu harus satu visi dan misi, bahwa penggunaan teknologi harus digunakan secara baik dan positif, agar berdampak baik kedepannya.
“Karena maslah ini tidak hanya dapat diselesaikan oleh seorang guru saja, tapi melibatkan semua pihak dan stakeholders, mulai dari pemerintah daerah sampai ke kementerian harus membuat kebijakan yang jelas, bagaimana penggunaan teknologi yang baik dan benar, baik itu dilingkungan sekolah maupun diluar,” pungkasnya.
Ketua Pelaksana seminar ini, Vebrianti Umar, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat kerja dan kreativitas seluruh pendidik, khususnya di STKIP Sabilal Muhtadin Banjarmasin, sebab di era ini para pendidik mengalami atau menghadapi banyak tantangan dalam menjalankan tugasnya.
“Sehingga dengan adanya kegiatan ini semangat para pendidik bisa lebih terbangkitkan lagi, kualitas pendidikan bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujar Vebrianti.
Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para peserta, dan yang pastinya bisa meningkatkan semangat dan kreativitas para tenaga pendidik. (Iqnatius)
Editor: Yayu







