Menurutnya, strategi semacam ini sebenarnya telah diterapkan Hasnuryadi, namun perlu dievaluasi dan ditingkatkan secara serius. Ia juga menyarankan agar tim memiliki sosok yang disegani, baik pelatih maupun manajer, yang dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemain dan CEO klub.
“Meskipun Barito mengalami kegagalan, tetaplah optimis. Setiap kegagalan adalah peluang untuk bangkit,” lanjutnya.
Sebagai penutup, Zainal mengutip kisah kebangkitan Napoli di Liga Italia sebagai inspirasi bagi Barito Putera.
“Saya menyadari siapa kita sebenarnya saat kalah. Barito kini berada di titik terbawah. Tapi seperti Napoli yang bangkit dan menjuarai Serie A 2024/2025 bersama pelatih Antonio Conte, saya yakin Barito pun bisa kembali berjaya—asal mau berbenah.”
Kini, Barito Putera menatap Liga 2 dengan tantangan baru dan semangat untuk bangkit. Dukungan moral dari suporter dan langkah nyata dari manajemen akan menjadi kunci menuju kebangkitan sang Laskar Antasari.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad












