Petugas Sektor Khusus (Seksus) disiagakan 24 jam untuk memberikan pendampingan, perlindungan, hingga bantuan bagi jemaah haji Indonesia yang beraktivitas di area masjid.
“Petugas Seksus siap membantu apa pun kebutuhan jemaah di Masjidil Haram, termasuk bila ada yang tersesat, memerlukan kursi roda, atau butuh informasi seputar pelaksanaan ibadah,” ujar Kepala Daerah Kerja Mekkah, Ali Machzumi, Kamis (22/5/2025), dikutip dari situs Kementerian Agama, Jumat (23/5/2025).
Ali menekankan pentingnya kehadiran petugas di titik-titik vital Masjidil Haram, mengingat tingginya mobilitas dan kepadatan jemaah menjelang puncak haji.
Ia meminta jemaah tidak ragu menghubungi petugas jika memerlukan bantuan.
Distribusi Kartu Nusuk Sudah Normal
Di sisi lain, distribusi kartu Nusuk yang sebelumnya sempat mengalami keterlambatan kini sudah berjalan normal.
BACA JUGA: JUMAT KELABU BANJARMASIN: Tragedi Mematikan Mengguncang Negeri, 123 Tewas, 118 Luka dan 179 Hilang
Hal ini hasil dari komunikasi intensif antara PPIH dengan pihak Syarikah yang menangani layanan jemaah di Makkah.
“Hampir seluruh jemaah yang tiba di Makkah sudah menerima kartu Nusuk. Kami terus pantau agar semua mendapatkan haknya,” jelas Ali.
Layanan Terpadu Transportasi Hingga Akomodasi Berjalan Optimal
Selain penguatan layanan di Masjidil Haram, PPIH juga memastikan layanan dasar seperti konsumsi, akomodasi, dan transportasi berjalan optimal.
Sebanyak 286 kloter dengan lebih dari 111 ribu jemaah kini telah berada di Mekkah.
Jemaah mendapatkan makan tiga kali sehari, serta layanan bus shalawat yang beroperasi 24 jam nonstop untuk memudahkan akses ke Masjidil Haram.
Prioritaskan Kesehatan Jemaah
Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) melakukan kunjungan ke sektor-sektor jemaah dan rumah sakit Arab Saudi guna memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau agar bisa beribadah dengan optimal.
Ali juga menyampaikan sejumlah imbauan penting menjelang puncak haji, yaitu jemaah agar mengikuti bimbingan manasik haji di hotel saja dan kurangi aktivitas fisik di luar ruangan terutama di siang hari.
“Bila akan keluar hotel, jangan lupa selalu bawa identitas. Bawa kartu dari Syarikah, kartu identitas Indonesia, dan kartu Nusuk,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak keluar sendirian ke Masjidil Haram.
“Kalau ada kejadian dan keluar sendiri, akan sulit bagi orang lain untuk mengetahui dan membantu,” tegasnya. (yayu)
Editor: Yayu







