Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di lokasi juga ditemukan sisa makanan, botol minuman, dan sejumlah obat-obatan.
Putra korban, EJM (18), menyampaikan bahwa ibunya memiliki riwayat penyakit lambung dan sering mengeluh pusing. Komunikasi terakhir antara korban dan keluarganya terjadi pada 13 Mei lalu. Setelah itu, korban tidak dapat lagi dihubungi.
Pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun otopsi, dan menerima peristiwa ini sebagai musibah.
“Korban diduga meninggal karena sakit,” ujar Aipda Aulia.(Wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad













