WARTABANJAR.COM, PARINGIN– Polres Balangan mengungkap hasil Operasi Sikat Intan yang digelar serentak pada Sabtu (10/5/2025) malam di sejumlah wilayah. Pihaknya berhasil mengungkap kasus penjualan minuman keras, mengamankan beberapa pemabuk hingga puluhan botol minuman beralkohol. Operasi ini dilakukan oleh sejumlah personel gabungan dari Polres Balangan, TNI dan Satpol PP Kabupaten Balangan. Melalui Operasi Sikat Intan ini, tim gabungan menyasar sejumlah titik rawan kejahatan, termasuk warung malam dan lokasi berkumpulnya warga di seluruh kecamatan di Kabupaten Balangan. Dari hasil patroli yang dilakukan di beberapa kecamatan, aparat berhasil mengamankan sejumlah pelanggaran. Di Kecamatan Paringin, delapan warga diamankan karena kedapatan dalam kondisi mabuk di tempat umum. Sedangkan di Awayan, dua warga tanpa identitas juga turut diamankan karena dinilai mencurigakan. Sementara itu, di Kecamatan Halong, tiga remaja ditemukan tengah mengonsumsi minuman keras di sebuah gardu desa. Pemeriksaan lanjutan di rumah salah satu remaja tersebut mengungkap adanya puluhan botol alkohol dengan kadar 70 persen serta perlengkapan takaran alkohol. Ketiganya langsung mendapatkan pembinaan dari pihak kepolisian setempat. Tak hanya itu, Operasi Sikat Intan juga mengungkap aktivitas penjualan alkohol ilegal di wilayah Batumandi. BACA JUGA: Bocoran Tarif BRT Banjarbakula Jelang Bertransformasi ke Skema BTS Dari patroli mobile yang dilakukan Polsek Batumandi, seorang warga ditemukan membawa minuman keras dalam botol minuman bersoda. Polisi kemudian menelusuri sumbernya hingga ke rumah warga berinisial HA. Di lokasi tersebut, ditemukan lima botol alkohol 70 persen, 42 butir obat-obatan berbahaya merek seledryl, serta uang tunai lebih dari satu juta rupiah yang diduga hasil penjualan barang terlarang. Tak berselang jauh, dalam giat terpisah yang masih dalam rangkaian Operasi Sikat Intan, Satresnarkoba Polres Balangan turut mengamankan dua kurir narkoba di Kecamatan Mungkur Uyam. Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, melalui Kasi Humas Iptu Eko Budi Mulyono menyampaikan bahwa operasi tersebut difokuskan untuk menekan aksi premanisme, pencurian, peredaran miras, dan tindak kriminal lainnya. “Operasi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat,” tegasnya. Operasi ini dipastikan akan terus dilanjutkan secara berkala demi menciptakan suasana kondusif dan memberantas praktik-praktik yang meresahkan warga. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga lingkungan sekitar dan segera melaporkan bila menemukan aktivitas mencurigakan. (Alfi) Editor: Yayu