Justru, ia mendorong empati dari orangtua yang mampu agar bisa membantu yang tidak mampu tersebut.
“Kalau bisa yang mampu itu mensubsidi yang kurang mampu. Ini bentuk empati sosial dari sesama orangtua murid melalui komite,” tambahnya.
BACA JUGA: WASPADA! Hujan Ringan Hingga Lebat Hari ini 9 Mei 2025, BMKG: Cuaca Kalsel Didominasi Hujan Ringan
Terkait pelaksanaan perpisahan sekolah dan wisuda, Disdik HST menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah kewajiban.
Pelaksanaan diharapkan dilakukan secara sederhana dan tidak mengedepankan kemewahan.
“Kalau kami lihat di HST ini hampir tidak ada perpisahan yang mewah, karena yang kita ketahui HST tidak punya hotel atau ballroom besar, jadi rata-rata kegiatan dilakukan di sekolah saja, secara sederhana,” jelas Anhar lagi.
Ia menilai pelaksanaan perpisahan di HST sudah cukup baik karena dikoordinasikan langsung oleh komite sekolah dan dilaksanakan secara gotong royong, seperti membuat panggung di halaman sekolah.
“Yang penting tidak ada paksaan, dan ada komunikasi yang baik antara sekolah dan orangtua. Jadi kami lihat masih wajar dan sesuai dengan kondisi kita yang di kabupaten, bukan seperti di kota besar yang kemungkinan ada perpisahan yang mewah,” pungkasnya. (Adew)
Editor: Yayu







