Sri bukanlah orang kaya. Ia menabung sedikit demi sedikit dari hasil berdagang kecil-kecilan di pasar. Tekadnya satu: berangkat haji sebelum usia tak lagi kuat.
“Saya tidak mau menunggu terlalu tua. Kalau bukan sekarang, entah kapan lagi,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Kloter 01, Sri merasa sangat bersyukur. Ia menjadi saksi awal dari keberangkatan jamaah haji tahun ini dari Kalimantan Selatan.
Tak hanya itu, ia juga merasa bangga bisa membawa serta doa dan harapan banyak orang di sekelilingnya.
“Banyak yang menitip doa. Saya akan sampaikan satu-satu di depan Ka’bah, insya Allah,” katanya sambil tersenyum.
“Semoga semua jamaah sehat, lancar, dan menjadi haji mabrur,” ucap Sri dengan mata kembali berkaca-kaca. (md/adpim).
Editor Restu







