BANJARMASIN DARURAT! Warga Bisa Tukar Sampah dengan Sembako, Produksi Sampah Bakal Turun Drastis!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin tengah menghadapi darurat sampah. Namun, sebuah terobosan kreatif yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Pemerintah Kota Banjarmasin berhasil menyedot perhatian warga karena sampah rumah tangga kini bisa ditukar dengan sembako.
Program inovatif ini digelar pada Sabtu (3/5/2025) di kawasan Siring 0 Kilometer, Banjarmasin, dan dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin, serta berbagai pihak terkait dari swasta dan pemerintah.
BACA JUGA:HEBOH! Buaya Pemangsa Sungai Mati Terperangkap Ikan, Warga Kotim Kalteng Kubur Diam-diam
“Ini langkah luar biasa. Sampah yang dipilah oleh warga akan dibeli oleh Dinas Lingkungan Hidup,” tegas Gubernur Muhidin dalam sambutannya.
Sampah Jadi Rezeki
Dalam program ini, masyarakat diminta melakukan pemilahan sampah secara mandiri, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah yang sudah dipilah kemudian ditukarkan dengan sembako, seperti beras, gula, dan minyak goreng. Program ini didukung secara finansial oleh PT Adaro Indonesia dan Bank Kalsel.
Muhidin menegaskan bahwa solusi kreatif seperti ini sangat penting, mengingat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Banjar Bakula kini semakin kritis. Bahkan, menurutnya, TPA tersebut sudah dipasangi police line oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) karena melebihi kapasitas.
“Sebelumnya, sampah yang dibawa ke TPA mencapai 600 ton per hari. Sekarang, sudah turun ke bawah 300 ton. Harapannya, bisa ditekan lagi di bawah 200 ton,” jelasnya.
Langkah Konkret Tekan Krisis Lingkungan
Program ini bukan hanya sekadar kampanye seremonial. Pemprov Kalsel mengakui bahwa masalah sampah di Banjarmasin sudah berada di titik kritis dan perlu penanganan darurat dengan partisipasi aktif masyarakat.
“Kalau masyarakat mau memilah dari rumah, kami yakin volume sampah akan semakin berkurang,” tambah Muhidin.
“Kami juga mendorong kabupaten dan kota lain untuk meniru program ini.”
Selain mengurangi volume sampah, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah, serta membentuk kebiasaan baru yang berkelanjutan.
Bonus dan Edukasi: Stimulus Bagi Masyarakat
Program ini memberikan insentif langsung kepada warga sebagai stimulus awal agar mereka mulai terlibat aktif. Warga yang menukar sampah di bank sampah akan mendapatkan bonus tambahan berupa sembako atau insentif lainnya.
Namun, Muhidin juga menyadari bahwa belum semua masyarakat memahami mekanisme ini. Untuk itu, Pemprov dan Pemko berjanji akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi secara bertahap agar pemahaman publik terhadap program ini bisa lebih merata.
“Masih banyak yang belum tahu. Tapi kita akan terus sosialisasikan agar semua bisa ikut serta,” pungkasnya.
BACA JUGA:PARAH! 6 ASN di Prabumulih Bolosnya Tak Terkira Ada yang Tak Kerja 10 Tahun, Anehnya Tetap Digaji
Kesimpulan: Sampah Bisa Jadi Solusi, Bukan Sekadar Masalah
Langkah Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin ini membuka mata banyak pihak bahwa sampah bukan hanya beban, tetapi juga peluang jika dikelola dengan benar. Melalui pendekatan insentif dan partisipatif, diharapkan masyarakat semakin sadar akan tanggung jawab lingkungan—dan sekaligus terbantu secara ekonomi.
Banjarmasin sedang menata diri. Dari kota darurat sampah, menuju kota yang ramah lingkungan dan cerdas mengelola limbah.(Wartabanjar.com/Iqnatius Aprianus)
editor: nur muhammad