Bahasa Banjar di Ujung Tanduk, Dinas Pendidikan Tanah Laut Gelar Lomba Kreatifitas Siswa
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Bahasa Banjar kini bukan sekadar identitas, tetapi juga panggilan untuk dilestarikan.
Semangat itu meletup dalam Lomba Membaca Puisi Bahasa Banjar yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar se-Kabupaten Tanah Laut, di Aula SKB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, Jumat (2/5/2025).
Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian acara bertema pelestarian bahasa ibu yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025.
Dengan penuh semangat, anak-anak melantunkan puisi dalam dialek Banjar yang mulai jarang terdengar di kalangan generasi muda.
"Mayoritas masyarakat Tanah Laut adalah orang Banjar, tetapi saat ini anak-anak lebih fasih berbahasa media sosial ketimbang bahasa Banjar," ujar Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, Myrza Fazrina.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk upaya membangkitkan kembali rasa kebanggaan terhadap identitas lokal.
"Kami ingin mengenalkan kembali bahasa Banjar melalui lomba-lomba seperti membaca puisi, menyanyi, hingga bapandung yaitu seni bercerita dalam bahasa Banjar yang sudah mulai dilupakan," lanjutnya.
Rangkaian lomba berlangsung selama tiga hari.
Setelah puisi, Sabtu (3/5/2025) besok akan diisi dengan lomba menyanyi lagu Banjar, dan ditutup pada Minggu (4/5/2025) dengan lomba Bapandung.
Setiap kecamatan mengirimkan dua perwakilan terbaik dari tingkat sekolah dasar untuk bertanding.
Tak sekadar lomba, acara ini juga mendapat dukungan penuh dari para pegiat sastra.
Sastrawan Tanah Laut, Ayu Siti, yang juga menjadi dewan juri, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.
BACA JUGA: Bawaslu Banjarbaru Laporkan Dugaan Pelanggaran Pemantau PSU ke Polisi dan KPU
"Posisi bahasa Banjar kini lebih kritis dibandingkan bahasa Jawa atau Sunda. Apa yang dilakukan Dinas Pendidikan ini sangat luar biasa karena menyentuh akar: pendidikan dasar," ujarnya.
Sementara untuk lomba peragaan busana bertema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung busana dari bahan daur ulang, rencananya akan digelar bulan depan sesuai arahan langsung dari Bupati Tanah Laut.
Untuk memotivasi peserta, panitia menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah.
Juara pertama membawa pulang Rp1,5 juta, disusul Rp1 juta untuk juara kedua, Rp750 ribu untuk juara ketiga, dan Rp500 ribu untuk juara harapan.
Melalui rangkaian ini, Dinas Pendidikan ingin menjadikan pelestarian bahasa ibu bukan hanya sebagai program, namun juga budaya yang mengakar kembali dalam diri generasi muda Banua.
"Ini bukan sekadar lomba, ini adalah gerakan menyelamatkan bahasa kita sendiri," tutup Myrza. (Gazali)
Editor: Yayu