“Sepatu penuh lumpur, baju kerja basah kuyup, tapi semangat tetap menyala. Ini bukan sekadar pekerjaan, ini amanah,” ungkap Khaidir, saat sistem berhasil dipulihkan pada Jumat, 4 April 2025.
Meski harus melewati hari raya jauh dari keluarga, Khaidir mengaku ikhlas menjalankan tugasnya.
“Energi yang kami salurkan bukan hanya listrik, tapi juga harapan, kenyamanan, dan rasa aman bagi masyarakat. Itu sudah cukup menggantikan makna Lebaran saya tahun ini,” tambahnya.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim siaga yang rela bertugas dalam kondisi ekstrem demi keandalan sistem kelistrikan.
“Kami sangat bangga dengan semangat dan profesionalisme rekan-rekan di lapangan, termasuk Khaidir dan tim gabungan dari berbagai unit. Mereka menunjukkan bahwa pelayanan kelistrikan tidak mengenal hari libur, bahkan di momen sakral sekalipun,” ujar Riko.
Menurutnya komitmen PLN dalam menjaga pasokan listrik yang andal adalah bentuk nyata dari pelayanan prima kepada masyarakat.
“Tugas ini memang berat, namun di balik terang yang dinikmati masyarakat, ada dedikasi luar biasa dari para pejuang kelistrikan. Mereka adalah pahlawan di balik layar,” tuturnya.
Kisah Khaidir menjadi potret nyata pengorbanan para petugas PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama di momen-momen penting seperti Idul Fitri.
Di saat sebagian besar masyarakat menikmati hari raya bersama keluarga, ada mereka yang memilih tetap bertugas demi menjaga terang di seluruh pelosok negeri.(rilis)
