RUSIA Bekuk Pembunuh Jenderal Yaroslav Moskalik, Begini Pengakuan Agen Ukraina Ignat Kuzin!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MOSKOW - Dalam rekaman yang dirilis oleh Badan Keamanan Federal Rusia (FSB), Ignat Kuzin, seorang pria asal Ukraina, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil yang menewaskan Letnan Jenderal Yaroslav Moskalik, Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, pada 25 April 2025 di Balashikha, pinggiran Moskow.
Kuzin, yang sebelumnya tinggal di Oblast Sumy, Ukraina, ditangkap oleh aparat keamanan Turki dan diserahkan kepada FSB untuk dilakukan interogasi lebih lanjut. Dalam pengakuannya, Kuzin menyatakan bahwa ia direkrut oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) pada April 2023 dan diberi tugas untuk membunuh Moskalik dengan imbalan sebesar $18.000. Ia mengaku telah menyewa apartemen di dekat kediaman Moskalik di Nesterov Boulevard, Balashikha, untuk memantau aktivitas sang jenderal selama sebulan.
BACA JUGA:HEBOH! Pria Ditemukan Tewas Misterius di Bengkel Rumah di Kotabaru, Polisi Dalami Kasusnya
Pada 25 April sekitar pukul 10:40 waktu setempat, Kuzin memasang peledak granat VOG-17 yang dimodifikasi dalam sebuah mobil Volkswagen Golf bekas dan memarkirnya di dekat rumah Moskalik. Ketika Moskalik melewati mobil tersebut, peledak diaktifkan dari jarak jauh, menyebabkan ledakan dahsyat yang menewaskan sang jenderal dan melukai dua orang lainnya.
FSB menyatakan bahwa peledak tersebut diambil dari gudang senjata milik SBU dan diaktifkan dari wilayah Ukraina. Rekaman video yang dirilis oleh FSB menunjukkan Kuzin saat ditangkap oleh petugas bersenjata lengkap di Moskow.
Serangan ini merupakan serangan teroris kedua terhadap pejabat tinggi militer Rusia dalam waktu empat bulan terakhir. Sebelumnya, pada Desember 2024, Letnan Jenderal Igor Kirillov, Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Biologi, dan Kimia Rusia, juga tewas dalam serangan bom yang disembunyikan dalam skuter listrik di luar rumahnya. Pihak Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait serangan terbaru ini.
Kuzin kini menghadapi dakwaan terorisme dan kepemilikan ilegal bahan peledak di bawah hukum Rusia. FSB menegaskan bahwa mereka akan terus menyelidiki keterlibatan pihak-pihak lain dalam peristiwa ini.(Wartabanjar.com/euronews, Telegraph, AP News, TASS)
editor: nur muhammad