FSB menyatakan bahwa peledak tersebut diambil dari gudang senjata milik SBU dan diaktifkan dari wilayah Ukraina. Rekaman video yang dirilis oleh FSB menunjukkan Kuzin saat ditangkap oleh petugas bersenjata lengkap di Moskow.
Serangan ini merupakan serangan teroris kedua terhadap pejabat tinggi militer Rusia dalam waktu empat bulan terakhir. Sebelumnya, pada Desember 2024, Letnan Jenderal Igor Kirillov, Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Biologi, dan Kimia Rusia, juga tewas dalam serangan bom yang disembunyikan dalam skuter listrik di luar rumahnya. Pihak Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait serangan terbaru ini.
Kuzin kini menghadapi dakwaan terorisme dan kepemilikan ilegal bahan peledak di bawah hukum Rusia. FSB menegaskan bahwa mereka akan terus menyelidiki keterlibatan pihak-pihak lain dalam peristiwa ini.(Wartabanjar.com/euronews, Telegraph, AP News, TASS)
editor: nur muhammad






