Sebab, waktu yang tersedia tidak banyak. Mereka harus mengikuti orientasi dam pembekalan sebelum bertugas di Tanah Suci.
Menurut Musta’in, para calon petugas yang diumumkan lulus pada hari ini terdistribusi pada sejumlah layanan, yaitu: layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan jemaah haji lansia dan disabilitas, layanan pelindungan jemaah, layanan Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH), dan layanan Media Center Haji (MCH).
“Mereka akan ditempatkan di Daerah Kerja Bandara (Madinah dan Jeddah), Daker Madinah, dan Daker Makkah,” papar Musta’in.
Selain yang lulus, lanjut Musta’in. Ditjen PHU juga akan mengumumkan para peserta yang tidak lolos seleksi sehingga belum bisa bergabung sebagai PPIH 2025.
“Kepada peserta yang belum lolos pada seleksi calon petugas PPIH Arab Saudi tahun ini untuk tetap berbesar hati karena kesempatan melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi masih terbuka di tahun mendatang,” sambungnya.
Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025. Sehari berikutnya, jemaah haji reguler asal Indonesia secara bertahap akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari embarkasi masing-masing.
“Insya Allah, petugas haji akan terbang ke Saudi untuk gelombang pertama pada 28 April 2025. Mereka akan bersiap menyambut kedatangan jemaah di Madinah mulai 2 Mei 2025,” tandasnya.(atoe/kemenag)
Editor Restu







