WARTABANJAR.COM, BANJAR– Tren positif berhasil ditunjukkan Kabupaten Banjar dalam penanganan kemiskinan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan, jumlah penduduk miskin di daerah tersebut terus menunjukkan penurunan selama tiga tahun terakhir. Pada 2022, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 16.711 ribu orang, turun menjadi 14.773 ribu orang pada 2023, berkurang lagi di 2024 menjadi 14.461 ribu. Statistisi Ahli Madya BPS Kalimantan Selatan, Abdurrahman menyampaikan, penurunan jumlah penduduk miskin juga diikuti oleh penurunan persentase kemiskinan. Pada 2022, angka kemiskinan berada di 2,79 persen, turun menjadi 2,44 persen pada 2023, lalu 2,36 persen di 2024. "Ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan," ujar Abdurrahman. Garis Kemiskinan Meningkat Menariknya, meski angka kemiskinan menurun, garis kemiskinan justru meningkat setiap tahunnya. Pada 2022, garis kemiskinan per kapita tercatat sebesar Rp 514.991, naik menjadi Rp 561.121 pada 2023, meningkat lagi menjadi Rp 589.165 pada 2024. Menurut Abdurrahman, kenaikan garis kemiskinan ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat, baik dari sisi makanan maupun non-makanan, mengalami peningkatan biaya. "Artinya standar minimum hidup layak juga ikut naik," bebernya. Abdurrahman juga menjelaskan, penurunan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari program-program pemerintah daerah yang dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun. "Dulu persentase penduduk miskin Kabupaten Banjar pernah hampir menyentuh angka tujuh persen, tepatnya di 2004, namun berbagai program yang dijalankan setidaknya dalam 2 dekade terakhir mulai memperlihatkan dampaknya secara nyata," pungkasnya. (Ikhsan) Editor: Yayu