Heboh! Pesta dan Dugem di Alam Terbuka Kota Al-Ula, Kota Terkutuk Paling Dihindari Nabi Muhammad
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Jagat media sosial TikTok heboh dengan beredarnya video sebuah pesta di alam terbuka di salah satu kota yang berada di Arab Saudi.
Disebutkan, pesta itu digelar di Jabal Al-Fil, Al-‘Ula.
Terlihat banyak orang berjoget dengan iringan musik DJ yang menghentak.
Musik kencang itu, disertai pula dengan lampu sorot warna-warni.
Sementara pengunjung pun tak kalah heboh. Bahkan perempuan mengenakan busana glamor seksi.
Pemandangan ini tentu saja menarik perhatian mengingat Al-'Ula disebut-sebut sebagai kota terkutuk dan paling dihindari Nabi Muhammad.
Baca juga:Viral! Pebulutangkis Muda Diduga Curang Remas Bola Sebelum Servis, Ini Tujuannya
Al-'Ula sendiri diyakini dulunya bermukim kaum Tsamud, yang hidup di zaman Nabi Saleh, namun diazab karena durhaka.
Al-‘Ula kini jadi destinasi wisata global. Tapi benarkah semuanya boleh?
Dalam hadis sahih, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Janganlah kalian memasuki tempat orang-orang yang diazab, kecuali jika kalian menangis…" (HR Bukhari & Muslim)
Dilansir Inilah.com, faktanya tidak semua tempat di Al-‘Ula terlarang.
Namun, situs seperti Madain Saleh harus didekati dengan rasa takut dan khusyuk, bukan untuk pesta pora.
Warganet pun ikut bersuara: “Bahkan sebagai non-Muslim pun, saya merasa miris melihat ini.”
“Jangan sampai kita ulangi kesalahan kaum terdahulu…”
Baca juga:Konten Kreator Dihujat Warga Kalteng Usai Parodikan Gubernur Agustiar Sabran
Al-‘Ula menyimpan sejarah besar. Mari belajar darinya, bukan menari di atasnya.
Dikutip dari Wikipedia, Al-ʿUla (juga dikenal sebagai Al Ola, Bahasa Arab العلا al-ʿulā; juga Dedan), adalah sebuah kota sekitar 110 km sebelah barat daya dari Tayma (380 km sebelah utara dari Madinah) di Arab Saudi bagian utara-barat. Al-Ula secara historis terletak di Rute Dupa.
Ini adalah ibu kota kuno Lihyanites (Dedanites). Terkenal karena sisa-sisa arkeologi, berusia lebih dari 2000 tahun.
Madain Saleh, yaitu situs arkeologi yang dibangun lebih dari 2.000 tahun lalu oleh orang-orang Nabatean, yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Dulunya, Al Ula adalah ibu kota Lihyanites Kuno (Dedanites), dan tercatat dalam sejarah umat Islam sebagai kota yang paling dihindari oleh Nabi Muhammad.
Sementara, dilansir artikel Kompas.com, di kota ini terdapat Madain Saleh, yaitu situs arkeologi yang dibangun lebih dari 2.000 tahun lalu oleh orang-orang Nabatean, yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Dulunya, Al Ula adalah ibu kota Lihyanites Kuno (Dedanites), dan tercatat dalam sejarah umat Islam sebagai kota yang paling dihindari oleh Nabi Muhammad.
Lantas, bagaimana sejarah Al Ula yang dianggap sebagai kota terkutuk dan paling dihindari Nabi Muhammad?
Wilayah Al Ula tercatat sudah dihuni manusia sejak ribuan tahun silam. Penghuninya diperkirakan mendirikan kota bertembok pada sekitar abad ke-6 SM.
Lokasi Al Ula berada di Jalur Dupa (Incense Road), yang merupakan rute perdagangan penting yang menghubungkan Arab, Mesir, dan India.
Pada abad ke-7 hingga abad ke-6 SM, wilayah ini diduga dihuni kaum Tsamud dari Kerajaan Dedanite.
Kemudian antara abad ke-5 hingga abad ke-2 SM, Al Ula dihuni oleh Kerajaan Lihyan yang dipimpin oleh Dinasti Nabatean secara turun temurun.
Dinasti Nabatean berkuasa hingga sekitar tahun 106, sampai ibu kota mereka, Petra, ditaklukkan oleh bangsa Romawi.
Nabatea kemudian menjadikan al-Hijr atau Madain Saleh sebagai ibu kota yang baru dan memahat kawasan pegunungan bebatuan ini sebagai rumah tinggal mereka.
Selain bermukim di Mada'in Saleh, oleh kaum Nabatean wilayah Al-Mabiyat dikembangkan menjadi pusat perdagangan.
Wilayah ini terus berkembang hingga tahun 650 dan akhirnya mengalami kemunduran pada 1230.
Menurut penyelidikan UNESCO, Madain Saleh menyimpan 114 makam kaum Nabatean.
Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa semasa hidupnya, Nabi Muhammad selalu mempercepat langkahnya ketika melewati Kota Al Ula. Halaman Berikutnya
Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa semasa hidupnya, Nabi Muhammad selalu mempercepat langkahnya ketika melewati Kota Al Ula.
Bahkan saat berjalan melewatinya, Nabi Muhammad tidak menoleh ke kanan atau kiri. Selain itu, Ibnu Battutah pernah melewati kota ini dan mencatat bahwa ada rombongan karavan yang bersamanya enggan untuk berhenti di Al Ula.
Keengganan untuk berhenti konon dikaitkan dengan Al Ula yang disebut kota hantu atau kota jin yang terkutuk.
Masyarakat Arab kuno menyebut Al Ula sebagai markas jin yang harus dijauhi karena kaum Nabatean menolak meninggalkan kepercayaan mereka.
Mereka disebut tidak menyembah Tuhan, tetapi menyembah dewa-dewi. Di Madain Saleh juga terdapat situs Jabal Ithlib, yang dipercaya sebagai tempat suci bagi kaum Nabatean.
Riwayat lain mengatakan bahwa kawasan Al Ula dihindari oleh Nabi Muhammad karena berkaitan dengan kisah kaum Tsamud yang hidup pada masa Nabi Saleh (2150-2080 SM).
Wilayah Al Ula pernah diazab oleh Allah karena kaum Tsamud mendustakan rasul yang diutus kepada mereka, yaitu Nabi Saleh.
Dibangun oleh pemerintah Arab Saudi
Terlepas dari anggapan banyak orang, Al Ula terus dihuni oleh sebagian penduduk Arab hingga kini. Antara 1901 dan 1908, Kesultanan Utsmaniyah membangun jalur kereta api Hijaz untuk menghubungkan Damaskus ke Madinah.
Jalur kereta api ini tidak hanya melintasi Al Ula, tetapi juga memiliki stasiun utama di Madain Saleh.
Saat ini, kebanyakan penduduk Kota Al Ula adalah petani kurma, jeruk, anggur, dan delima.
Meski dalam sejarahnya kawasan ini jarang dikunjungi oleh orang Arab sendiri, Pemerintah Arab Saudi tengah mengucurkan modal hingga ratusan triliun untuk membangun Al Ula.
Kawasan Al Ula yang bersejarah akan dikembangkan agar semakin menarik minat wisatawan mancanegara. (Erna Djedi/berbagai sumber)