Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa ketinggian air Sungai Barito di bawah jembatan telah mencapai 11,50 meter dengan arus yang deras, sehingga sangat berisiko untuk dilalui kapal, terutama pada pagi, siang, sore, dan malam hari.
“Kami sedang di lokasi. Tongkang sudah bisa lepas sekitar pukul 10.43 WIB,” ujar Nurhadi kepada wartawan, Selasa (15/4/2025) siang.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi operator kapal agar tidak mengabaikan imbauan keselamatan demi menghindari kecelakaan dan gangguan arus lalu lintas sungai.(Wartabanjar.com/kalimantan_berbagi.info)
editor: nur muhammad







