Meski bercokol di posisi kedua, Riekerink menegaskan bahwa Dewa United hanya menargetkan empat besar. Ia sadar timnya masih muda dan butuh waktu lebih banyak untuk menguatkan sejumlah lini.
“Kami adalah tim muda. Dulu kami pernah hampir degradasi di tahun pertama saya, lalu musim setelahnya lima besar, dan tahun ini harus lebih baik,” katanya. “Tahun depan kalau bisa jadi juara. Untuk tujuan kami musim ini adalah empat besar. Kami harus bertahan di papan (klasemen) atas semaksimal mungkin.”
“Kalau memang mau juara, kami kejar juara. Terpenting melihat perkembangan tim. Penting untuk menciptakan klub yang stabil, memiliki kandang yang bagus.”
Dewa United meraih banyak kemenangan besar di BRI Liga 1 2024/25, sehingga tidak heran jika mereka tim dengan jumlah gol terbanyak (54). Namun kekuatan di lini depan ternyata juga paten di lini belakang.
Dewa United mengandalkan empat bek dalam formasi 4-3-3. Riekerink hanya sekali memainkan formasi 3-4-3, yakni saat ditahan imbang PS Barito Putera (1-1). Nah, dalam formasi empat bek sejajar itu, sejumlah pemain bertahan perlu diapresiasi.
Alta Ballah di posisi bek kiri, Angelo Maneses, Ristro Mitrevski, dan Reva Adi jadi penghalang tebal Dewa United. Pemain muda Ferian Rizki dan Braif Fatari juga jadi warna pembeda di lini belakang, dan tentu saja Sonny Stevens, tembok terakhir di bawah mistar gawang.
Sonny Stevens tak sekalipun absen membela Dewa United musim ini. Torehan 11 cleansheet-nya membuktikan kapasitas sang kiper asal Belanda tersebut. Dengan catatan 106 saves, Sonny jadi penjaga gawang kedua paling sering mengamankan peluang lawan di bawah kiper PSS Sleman, Alan Bernardon (119 saves).(atoe)
Editor Restu







