“Ini bukan sekadar jalan lingkungan, tapi akses penting masyarakat. Kalau kondisinya terus dibiarkan rusak dan tergenang air, tentu sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama. Lubang-lubang di badan jalan berubah menjadi genangan lumpur saat hujan, menimbulkan risiko kecelakaan, terutama bagi pelajar yang menggunakan sepeda motor.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Kabupaten Balangan, Rina Ariyani, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa jalan tersebut belum masuk dalam daftar anggaran tahun 2025.
Namun, pihaknya berencana mengusulkan perbaikannya untuk tahun anggaran 2026.(alfi)
Editor Restu







