WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin terus menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kabid Persampahan DLH Banjarmasin, Marzuki, mengungkapkan tingginya biaya operasional pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Bakula mendorong pemerintah untuk mencari solusi lebih efisien, termasuk mengurangi volume sampah dari sumbernya. Ia mengatakan, biaya pembuangan sampah per ritasi mencapai sekitar Rp500.000. “Itu sudah termasuk tipping fee Rp65.000 per ton, bahan bakar minyak (BBM), dan upah pekerja,” jelas Marzuki, Rabu (16/4/2025). Dalam sehari, rata-rata kendaraan angkut DLH mengangkut 2 hingga 4 ton sampah. Jika dalam satu hari ada 100 ritasi, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. "Bayangkan kalau 100 ritasi per hari, kita sudah menghabiskan dana sangat besar hanya untuk buang sampah," ujarnya. Saat ini, DLH mendapat kuota pembuangan ke TPA Bakula sebanyak 300 ton per hari, namun produksi sampah harian di Banjarmasin bisa mencapai 600 ton. “Kelebihan dari kuota itu, kalau tetap dibuang ke TPA, kena biaya tambahan sampai Rp120.000 per ton,” ungkapnya lagi. Kondisi ini menyebabkan masih adanya sampah tersisa di kota karena keterbatasan kapasitas dan biaya operasional. Marzuki menegaskan perlunya pengurangan sampah dari sumbernya, baik rumah tangga maupun pelaku usaha. "Kalau kita bisa mengurangi dari sumbernya itu akan sangat menghemat biaya pengelolaan," jelasnya. Sementara itu, dari sisi retribusi, Pemko Banjarmasin hanya mampu mengumpulkan sekitar Rp15 miliar per tahun dari pungutan sampah. “Padahal itu hanya cukup untuk membiayai pengelolaan sampah selama beberapa bulan,” katanya. BACA JUGA: Banjir Rob di Pesisir Kalsel Mulai Jam 6 Pagi Ia juga menyebutkan bahwa kajian beberapa konsultan menunjukkan biaya ideal pengolahan sampah seharusnya mencapai Rp250.000 per ton jika dikelola oleh pihak swasta. "Jauh di atas angka yang saat ini dihitung Pemko, yaitu hanya sekitar Rp43.000 per ton," katanya. Dengan besarnya biaya dan volume sampah yang terus meningkat, DLH Banjarmasin kini fokus pada upaya edukasi masyarakat serta pengembangan pengelolaan sampah berbasis sumber dan teknologi. “Kalau tidak dikurangi dari sumber, sulit bagi kita menekan pembiayaan dan beban ke TPA,” pungkasnya. (Ramadan) Editor: Yayu