Ia menambahkan, meskipun jalan tersebut bukan jalan utama, namun sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah dan puskesmas.
“Di sekitar jalan ini ada sekolah dan juga puskesmas. Tentu saja, kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur sangat mengganggu. Apalagi ini di pusat kecamatan, harusnya menjadi contoh lingkungan yang tertata,” tambahnya.
Warga juga menyoroti bahwa lokasi jalan yang rusak berada dekat dengan fasilitas pemerintahan seperti kantor kecamatan dan polsek, sehingga menurut mereka seharusnya mendapatkan perhatian khusus.
“Masa iya, di pusat kecamatan jalannya rusak begini? Selain merusak pemandangan, juga menyulitkan warga. Apalagi saat musim hujan, lubangnya makin tidak kelihatan karena tergenang air,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Kabupaten Balangan, Rina Ariyani, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jalan tersebut belum masuk dalam daftar anggaran 2025.
“Untuk jalan di Komplek Kecamatan Awayan, Desa Putat Basiun, memang belum masuk dalam anggaran 2025. Namun, rencananya akan diusulkan masuk dalam anggaran tahun 2026,” jelasnya.(Alfi)
Editor Restu







