Krisis Pengelolaan Sampah Ancam Tanah Laut, Ketua Komisi III DPRD Desak Reformasi Sistem

Lebih lanjut, Yusuf menilai perencanaan jangka menengah selama empat hingga lima tahun perlu disusun sebagai langkah sistemik yang melibatkan semua pihak. Komisi III pun, katanya, siap untuk mendukung penganggaran dari sisi infrastruktur hingga kemitraan dengan pihak ketiga.

Pentingnya pendekatan edukatif kepada masyarakat juga menjadi fokus perhatiannya. Tanpa kesadaran publik, menurutnya, sebaik apa pun sistem yang dibangun tidak akan berhasil dijalankan.

“Tanpa edukasi dan sosialisasi yang masif, sistem sebaik apa pun tidak akan berjalan. Ini harus jadi perhatian dalam penyusunan APBD,” tegasnya.

Ia pun menyarankan penggunaan media yang efektif seperti baliho, edukasi lapangan oleh petugas, dan kampanye digital guna membangun pola pikir baru masyarakat dalam mengelola sampah.

Menutup pernyataannya, Yusuf menegaskan bahwa penanganan sampah harus menjadi isu bersama semua pemangku kepentingan, sejalan dengan awal masa kepemimpinan Bupati saat ini.

“Kita harus awasi bersama. Dan saya ingin desa, kecamatan, bahkan hingga RT dilibatkan aktif dalam sistem pengelolaan sampah. Beberapa kota sudah sukses dengan pola ini, saatnya Tanah Laut menyusul,” pungkasnya. (Gazali)

Editor: Erna Djedi