Namun Gedung Putih pada Kamis menegaskan bahwa “ya, tarif-tarif itu bersifat akumulatif.”
Trump mengaitkan tarif 20 persen tersebut dengan isu imigrasi ilegal dan masuknya fentanil ke AS, yang menurutnya melibatkan peran China.
Sebelumnya, Donald Trump mengenakan tarif impor 34 % terhadap China. Kemudian dibalas Beijing dengan menerapkan ilai sama terhadap barang impor dari AS.
Bukannya melunak, Donald Trump justru menaikkan tarif impor kepada China menjadi 125%.
China pun tak kalah sengit. Pemerintah Tiongkok persiapkan balasan dengan melarang semua film dari AS diputar di negara mereka. (Erna Djedi/berbagai sumber)







